Tingkatkan Produktivitas dengan Bekerja Lebih Pintar

Dalam bekerja, seorang pekerja keras pasti dianggap baik dan dihargai. Namun, pada era digital, bekerja keras dalam arti “membanting tulang” atau menguras fisik tak selamanya baik. Bukan berarti tuntutan pekerjaan berkurang, tetapi karena justru semakin banyak sehingga yang dibutuhkan adalah kecerdasan dalam mengelola sumber daya yang terbatas.

Kabar baiknya, di luar pekerjaan yang nyata-nyata menguras fisik, seperti pekerja kasar, bermunculan jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih mengutamakan “kerja otak”. Pekerjaan-pekerjaan yang barangkali belum dikenal satu hingga dua dekade silam ini lebih mengutamakan ide atau kreativitas. Sementara itu, ada pula “pekerjaan tradisional”, sebutlah pedagang, yang membutuhkan sentuhan kreativitas.

Bicara soal kreativitas atau kerja otak, secara fisik barangkali tidak terlalu melelahkan. Namun, secara mental, bisa jadi sangat berat. Pekerja kreatif barangkali akan lebih banyak rapat, berdiskusi, atau membaca dan menganalisis berbagai informasi.

Meski acap tidak berhubungan dengan produk yang riil, pekerjaan kreatif juga dituntut untuk mengikuti logika produksi seperti proses manufaktur. Jadi, ada proses, sistem, dan alokasi waktu.

Manajemen waktu menjadi penting. Seorang pekerja kreatif dituntut untuk dapat mengendalikan diri sedisiplin mungkin. Beruntung dewasa ini teknologi memungkinkan berbagai proses dapat dilakukan menggunakan peranti teknologi informasi yang canggih seperti ponsel pintar. Dengan peranti tersebut, seorang pekerja kreatif dapat mencari informasi, membaca, dan menganalisis data hingga menulis laporan dan mengirimkannya kepada mitra kerja.

Agar lebih efisien, usahakan untuk selalu mengatur jadwal harian dan membuat daftar hal-hal yang hendak diselesaikan (to do list). Jangan lupa juga mengatur alarm untuk mengingatkan tenggat dan hal-hal yang masih menanti diselesaikan. Manfaatkan berbagai aplikasi pendukung produktivitas yang banyak tersedia, baik di platform Android atau iOS. Sejumlah aplikasi yang banyak direkomendasikan, di antaranya ToDoist untuk mengelola to do list, Trello untuk mengelola proyek, dan Slack untuk komunikasi dan kolaborasi dengan rekan kerja.

Penggunaan aplikasi PIM (personal information manager) yang mengintegrasikan jadwal kerja, daftar kontak, catatan, sekaligus berfungsi untuk mengirim pesan atau surat elektronik, akan sangat membantu. Aplikasi ini kini dapat diakses melalui ponsel cerdas atau tablet sehingga pekerja kreatif nyaris dapat bekerja di mana dan kapan saja.

Foto: Shutterstock.com