Siap-siap Melamar Pekerjaan? Ini Beberapa Hal yang Harus Disiapkan

Berapa banyak waktu dan usaha yang Anda keluarkan untuk dapat diterima di sebuah perusahaan, sebelum akhirnya menyadari bahwa bekerja di perusahaan tersebut ternyata tidak sesuai dengan harapan?

Kini, semakin banyak angkatan pekerja baru yang mementingkan kesesuaian sebuah perusahaan dengan rencana pengembangan diri mereka. Nama besar, kantor mentereng, dan gaji menggiurkan tak lagi menjadi satu-satunya alasan. Mereka tak segan-segan untuk keluar jika ternyata pekerjaan tersebut dianggap tak sesuai dengan rencana pengembangan diri dan karier mereka.

Agar tak mengalami kejadian demikian, sejumlah tips berikut ini patut dipertimbangkan.

Pertama, cari tahu kandidat seperti apa yang diinginkan oleh perusahaan. Tidak hanya keahlian atau pengalaman yang dibutuhkan, tetapi juga usahakan untuk mendapatkan informasi dari “orang dalam” tentang tantangan yang akan dihadapi pada posisi yang dilamar. Dengan demikian, Anda mendapatkan gambaran yang lebih benderang sehingga dapat menimbang-nimbang dengan lebih tepat.

Kedua, ketahui siapa pemain-pemain kunci di perusahaan. Setiap perusahaan boleh jadi memiliki struktur dan fungsi organisasi yang bersifat umum. Namun, bukan tidak mungkin ada kekhasan pada perusahaan tertentu. Pastikan Anda tidak melewatkan hal ini sehingga tidak terkaget-kaget setelah diterima.

Ketiga, pahami budaya perusahaan. Mirip dengan poin sebelumnya, tidak hanya struktur perusahaan yang perlu diketahui, tetapi juga budayanya. Berada pada industri yang sama dengan struktur yang lebih kurang sama tak menjamin bahwa budayanya juga sama. Ini menyangkut orang-orang dan kebiasaan mereka. Pastikan Anda tidak akan menjadi “orang asing” setelah masuk ke dalam perusahaan.

Keempat, produk dan layanan perusahaan. Ini wajib diketahui karena akan menjadi “makanan sehari-hari” Anda. Pastikan bahwa Anda mengenal dan dapat menerima produk dan layanan yang menjadi jualan perusahaan. Akan sangat sulit, sekadar menyebut contoh, jika Anda memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, tetapi ternyata produk dan layanan perusahaan ternyata tidak ramah lingkungan.

Kelima, kabar terkini tentang perusahaan. Ini penting tidak hanya untuk memberi gambaran tentang kondisi paling mutakhir dari perusahaan sehingga menjadi “amunisi” saat menjalani wawancara, tetapi juga sebagai alarm jika ternyata ada kondisi yang kurang menguntung bagi Anda. Sebutlah bahwa ternyata bisnis perusahaan sedang turun sehingga ditinggal banyak karyawan.

Anda tentu dapat mempertimbangkan ulang rencana melamar jika mengetahui kondisi demikian. [*/ACA]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 November 2018.