Ini Cara Mudah Menentukan Pilihan antara Karier atau Passion

Salah satu keputusan besar dan sulit yang dihadapi banyak orang adalah ketika mengubah jalur karier (career path) yang baru. Namun, keputusan penting ini boleh jadi harus diambil ketika Anda memutuskan untuk mengikuti renjana (passion) Anda.

Bicara tentang passion bukanlah sesederhana sesuatu yang disukai atau diminati. Lebih dari itu, penulis buku Your Job is Not Your Career Rene Suhardono mengatakan, passion bukan bicara apa yang disukai, melainkan lebih kepada apa yang Anda rasakan saat melakukan sesuatu. Jika merasa senang, puas, atau antusias saat melakukan sesuatu, di situlah passion Anda.

Boleh jadi Anda berpindah karier dari seorang penulis naskah iklan menjadi manajer produk. Dan, di luar itu, Anda masih sibuk berlatih band rock dan terlibat dalam crowdfunding untuk sebuah produk gim.

Namun, tantangan yang kerap dihadapi oleh seorang yang menjalani passion-nya adalah mengupayakan agar kegiatan tersebut dapat mengisi pundi-pundi keuangan dan menutup tagihan rutin. Sebelum menyerah, berikut ini sejumlah saran yang dapat Anda pertimbangkan.

Sediakan waktu. Tidak sekadar waktu senggang, tetapi juga waktu yang dialokasikan secara memadai. Tidak perlu banyak, tetapi pastikan Anda disiplin memenuhi waktu tersebut. Bisa 1–2 jam per hari atau sehari penuh pada akhir pekan. Anda bisa mengisinya dengan passion, apakah itu bermain musik, menulis, fotografi , atau apa saja yang memenuhi antusiasme.

Buatlah target sehingga Anda bukan sekadar mengisi waktu senggang. Pastikan pengetahuan dan keterampilan Anda senantiasa bertambah dan meningkat. Anda tidak pernah tahu kapan semua itu mendapat ganjarannya. Namun, ketika waktunya tiba, Anda sudah siap sedia.

Bangunlah jejaring. Peluang tidak muncul begitu saja, tetapi harus dimulai dengan membangun jejaring. Manfaatkan setiap kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang sesuai passion Anda tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjalin dan memperdalam hubungan sehingga kepercayaan untuk terbangun. Peluang akan muncul seiring meningkatnya
kepercayaan.

Yang tak kalah penting adalah menambah portofolio. Pastikan Anda membuat dan terlibat dalam proyek-proyek terkait, yang tidak hanya menambah pengalaman pribadi, tetapi juga dapat meningkatkan daya jual pada kemudian hari. [ACA]