Ini Dia 4 Faktor Pemicu Stres di Tempat Kerja

Perut mual ketika Senin tiba atau saat melihat gedung kantor? Ini adalah salah satu indikasi stres. Solusinya bisa dengan mudah kita temukan di majalah atau media daring. Namun, sudah tepatkah cara menangani stres?

Hal-hal yang menyebabkan stres saat bekerja di kantor memang beragam. Anda perlu mengenalinya agar bisa mengatasi dan mengelolanya dengan lebih baik. Oleh karena itu, kenali faktor pemicu stres berikut ini.

1.Target

Jenis target ini beragam, tergantung dari jenis pekerjaan. Untuk bagian sales dan marketing, penjualan produk atau jasa mencapai sekian digit adalah contohnya. Untuk bagian administrasi perusahaan daring, pencatatan penjualan produk yang mencapai ratusan jenis dalam sehari adalah tantangannya. Contoh lainnya masih banyak.

Target yang diikuti dengan tenggat waktu memang membuat tekanan mental tersendiri. Apalagi jika target tidak kunjung terlampaui. Solusinya, seseorang perlu bekerja dengan cepat, cermat, fokus, dan tepat waktu. Menjaga pikiran tetap jernih dan tenang akan membantu pekerjaan lebih cepat selesai.

2.Tidak berimbang

Apresiasi terhadap karyawan sebaiknya diberikan secara obyektif. Namun, tidak jarang ditemukan kasus sejumlah karyawan mendapatkan beban tugas yang berbeda-beda. Ini diikuti dengan penghargaan atasan yang tidak obyektif.

Ketidakadilan di tempat kerja juga bisa terjadi, semisal penyerobotan hasil kerja atau ide-ide oleh tim lain. Jika penyelesaian kasus ini berat sebelah, karyawan bisa mengalami tekanan karena merasa kurang dihargai.

3.Tidak jelas

Ketidakjelasan terkait pekerjaan bisa meliputi kondisi perusahaan, delegasi tugas, koordinasi antarbagian, dan jenjang karier atau promosi. Dalam lingkungan manajemen yang buruk, seorang karyawan akan merasa tidak nyaman dan aman. Karyawan bisa merasakan hambatan ketika akan mengembangkan performa dan kinerja karena apresiasi masih kabur. Gerak langkah perusahaan pun tidak pasti jika tanpa visi dan misi yang jelas serta pendelegasian tugas.

4.Gangguan

Ketika tengah serius menggarap laporan atau menjawab telepon penting, sementara rekan lain bercanda dengan suara keras, ini menjadi contoh lain gangguan. Ini tampak sederhana. Namun, jika sampai berulang setiap hari, seseorang yang mendapatkan tugas dengan tenggat ketat cenderung lebih mudah stres. [*/MIL]