Agar Karier dan Rumah Tangga Seimbang

Menjadi ibu bekerja bukan perkara yang mudah. Walaupun beberapa solusi bisa dilakukan untuk memastikan kondisi anak-anak di rumah baik-baik saja, bukan berarti ibu tidak memantau perkembangan anak.

Pengasuh atau pembantu yang bertugas mengawasi anak tak bisa sepenuhnya diberikan tanggung jawab akan anak. Salah-salah, anak jadi lebih dekat pada pengasuh ketimbang ibu kandungnya sendiri. Beberapa cara berikut ini bisa dilakukan ibu bekerja untuk terus memantau perkembangan anak tanpa harus mengabaikan pekerjaannya.

Pertama, atur waktu sedemikian rupa secara seimbang antara keluarga dan pekerjaan. Apabila ada yang dirasa timpang, segera Anda ubah dan beri kompensasi waktu yang terbuang untuk lebih memberikan banyak waktu pada anak.

Kedua, tanamkan selalu pada diri bahwa anak adalah orang paling penting yang perlu mendapat perhatian. Luangkan selalu waktu untuk berkomunikasi dengan cara apa pun, mulai dari SMS, pesan singkat, telepon singkat, atau surel.

Ketiga, bijak dalam menentukan prioritas. Sebagai ibu sekaligus perempuan yang berkarier, Anda sebaiknya bijak memisahkan pekerjaan paling penting untuk segera diselesaikan. Jangan pernah membuang waktu untuk sesuatu yang kurang penting. Jika ada pekerjaan yang menunggu, segera Anda selesaikan dan manfaatkan waktu yang tersisa secara maksimal bersama keluarga.

Keempat, tetapkan akhir pekan dan tanggal merah sebagai waktu “hanya” bersama keluarga. Bila perlu, buat jadwal khusus untuk berlibur dan bersenang-senang bersama keluarga. Atur secara bergiliran daerah wisata yang menjadi impian anggota keluarga. Hal ini perlu dilakukan untuk mengeratkan jalinan ikatan di antara ayah, ibu, dan anak.

Kelima, jaga kondisi tubuh dan emosi agar anak dan suami selalu bertemu Anda dengan kondisi yang prima. Jauhi stres dan bila perlu konsumsi suplemen agar kondisi kesehatan selalu fit.

Keenam katakan tidak pada mereka yang mengajak Anda bersenang-senang usai jam kantor. Ingat, ada anak yang senantiasa menanti Anda di rumah. Mereka tidak hanya membutuhkan waktu yang berkualitas bersama sang ibu, tetapi juga kuantitas waktu.

Ketujuh, jangan ragu untuk menunjukkan kasih sayang pada anak. Kecupan hangat sebelum tidur mungkin terkesan sepele, tetapi dapat memberikan makna yang besar pada sang buah hati. Bahkan, dengan kebiasaan kecil ini, ikatan batin Anda dan buah hati akan tetap terjaga. [AYA]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 September 2017