Belajar dari Cara Steve Jobs Menyikapi Pekerjaan

Dunia patut melayangkan rasa hormat kepada Steve Jobs. Pria ini dengan gigih memperjuangkan cita-citanya dan pencapaiannya telah mengubah kehidupan kita. Penggagas perusahaan Apple ini dengan berani melakukan revolusi di bidang teknologi komunikasi dan informasi.

Di saat sebagian besar ponsel memiliki banyak tombol, ia menciptakan ponsel layar sentuh dengan hanya satu tombol. Apple juga mengubah dengan drastis cara kita menikmati musik dengan peranti yang lebih kecil dan sederhana, serta suara yang lebih jernih. Inilah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari bagaimana Steve Jobs menyikapi pekerjaan.

Fokus

Suatu hari, Jobs berdiri di depan papan tulis. Ia menghadap peserta rapat dan berkata, “Sebutkan 10 hal yang dapat kita lakukan ke depannya!” Orang-orang akan berdebat untuk memasukkan hal-hal yang menurut mereka patut dilakukan. Setelah daftar itu terisi, Jobs akan mencoret tujuh di antaranya dan mengatakan, “Kita hanya bisa melakukan tiga di antaranya.” Fokus adalah kekuatan terbesar Steve Jobs. Dia tak pernah lelah menyaring apa yang dianggapnya sebagai distraksi. Setelah itu, ia akan menetapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan.

Sederhana

Apple sangat terkenal menciptakan produk dengan desain simpel dan elegan, tetapi memiliki kapabilitas yang baik untuk melayani konsumen. Steve Jobs menyadari bahwa tampilan dan kesan pertama konsumen amat penting bagi keberhasilan perusahaan. Desain produk diperhatikan dengan sangat serius, begitu juga dengan kemudahan pengoperasiannya. Jobs berkali-kali mengulang bahwa produk Apple harus simpel, “Cara kita menjalankan perusahaan, desain produk, iklan, semua harus sederhana. Benar-benar sederhana,” katanya.

Mencintai pekerjaan

Steve Jobs pernah keluar dari perusahaannya sendiri, Apple, pada 1985. Namun, pada 1997 ia kembali lagi ke Apple sebagai konsultan. Ia lantas menyelamatkan Apple dari kebangkrutan dengan ide-idenya yang inovatif. Jobs juga mempelajari pengelolaan perusahaan dengan lebih baik. Tak hanya itu, cara Jobs mengenalkan produk Apple telah menjadi bagian integral dari Apple. Yang mendasari semua itu, Apple adalah panggilan hidup Jobs. Ia menemukan gairahnya di sini dan karena dorongan itu ia melakukan semua hal dengan sebaik-baiknya. [*/NOV]

Foto dokumen Shutterstock.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 Februari 2014